Kenikmatan Bersama Dua Pria – 2
Dari bagian 1
Susi menyudahi lumatannya dan beranjak keatas, berlutut disofa dengan pinggul Kelvin berada diantara pahanya, tangannya menggapai batang kenikmatan Kelvin, diarahkan kemulut kewanitaannya dan dibenamkan. “Aaagghh” keduanya melenguh panjang merasakan kenikmatan gesekan pada bagian sensitif mereka masing-masing. Dengan kedua tangan berpangku pada pahanya Susi mulai menggerakan pinggulnya mundur maju, karuan saja Kelvin mengeliat-geliat merasakan batangnya diurut-urut oleh kewanitaan Susi. Sebaliknya, milik Kelvin yang menegang keras dirasakan oleh Susi mengoyak-ngoyak dinding dan lorong kenikmatannya. Suara desahan, desisan dan lenguhan saling bersaut manakala kedua insan itu sedang dirasuk kenikmatan duniawi.
Tontonan itu membuat aku tidak dapat menahan keinginanku untuk meraba-raba2 sekujur tubuhku, rasa gatal begitu merasuk kedalam kemaluanku. Kutinggalkan ‘live show’ bergegas menuju kamar, kulampiaskan birahiku dengan mengesek-gesekan bantal di kewanitaanku. Merasa tidak puas kusingkap rok miniku, kuselipkan tanganku kedalam CD-ku membelai-belai bulu-bulu tipis di permukaan kewanitaanku dan.. akhirnya menyentuh klitorisku.
“Aaahh.. sshh.. eehh” desahku merasakan nikmatnya elusan-elusanku sendiri, jariku merayap tak terkendali ke bibir kemaluanku, membuka belahannya dan bermain-main ditempat yang mulai basah dengan cairan pelancar, manakala kenikmatan semakin membalut diriku tiba-tiba pintu terbuka.. Susi!.. masih dengan pakaian kusut menerobos masuk, untung aku masih memeluk bantal, sehingga kegiatan tanganku tidak terlihat olehnya.
“Ehh Ver.. kok ada disini, bukannya tadi ikut yang lain?” sapa Susi terkejut.
“Iya Si.. balik lagi.. perut mules”
“Aku suruh Kelvin beli obat ya”
“Ngga usah Si.. udah baikan kok”
“Yakin Ver?”
“Iya ngga apa-apa kok” jawabku meyakinkan Susi yang kemudian kembali ke ruang tengah setelah mengambil yang dibutuhkannya. Sirna sudah birahiku karena rasa kaget.
Malam harinya selesai makan kami semua berkumpul diruang tengah, Andri langsung memutar VCD X-2. Adegan demi adegan di film mempengaruhi kami, terutama kawan-kawan pria, mereka kelihatan gelisah. Film masih setengah main Susi dan Kelvin menghilang, tak lama kemudian disusul oleh Andra dan Vito. Tinggal aku, Toni dan Andri, kami duduk dilantai bersandar pada sofa, aku di tengah. Melihat adegan film yang bertambah panas membuat birahiku terusik. Rasa gatal menyeruak dikewanitaanku mengelitik sekujur tubuh dan setiap detik berlalu semakin memuncak saja, aku jadi salah tingkah. Toni yang pertama melihat kegelisahanku.
“Kenapa Ver, gelisah banget horny ya” tegurnya bercanda.
“Ngga lagi, ngaco kamu Ton” sanggahku.
“Kalau horny bilang aja Ver.. hehehe.. kan ada kita-kita” Andri menimpali.
“Rese’ nih berdua, nonton aja tuh” sanggahku lagi menahan malu.
Toni tidak begitu saja menerima sanggahanku, diantara kami ia paling tinggi jam terbangnya sudah tentu ia tahu persis apa yang sedang aku rasakan. Toni tidak menyia-nyiakannya, bahuku dipeluknya seperti biasa ia lakukan, seakan tanpa tendensi apa-apa.
“Santai Ver, kalau horny enjoy aja, gak usah malu.. itu artinya kamu normal” bisik Toni sambil meremas pundakku.
Remasan dan terpaan nafas Toni saat berbisik menyebabkan semua bulu-bulu di tubuhku meremang, tanpa terasa tanganku meremas ujung rok. Toni menarik tanganku meletakan dipahanya ditekan sambil diremasnya, tak ayal lagi tanganku jadi meremas pahanya.
“Remas aja paha aku Ver daripada rok” bisik Toni lagi.
Kalau sedang bercanda jangankan paha, pantatnya yang ‘geboy’ saja kadang aku remas tanpa rasa apapun, kali ini merasakan paha Toni dalam remasanku membuat darahku berdesir keras.
“Ngga usah malu Ver, santai aja” lanjutnya lagi.
Entah karena bujukannya atau aku sendiri yang menginginkan, tidak jelas, yang pasti tanganku tidak beranjak dari pahanya dan setiap ada adegan yang ‘wow’ kuremas pahanya. Merasa mendapat angin, Toni melepaskan rangkulannya dan memindahkan tangannya di atas pahaku, awalnya masih dekat dengkul lama kelamaan makin naik, setiap gerakan tangannya membuatku merinding.
Entah bagaimana mulainya tanpa kusadari tangan Toni sudah berada dipaha dalamku, tangannya mengelus-elus dengan halus, ingin menepis, tapi, rasa geli-geli enak yang timbul begitu kuatnya, membuatku membiarkan kenakalan tangan Toni yang semakin menjadi-jadi.
“Ver gue suka deh liat leher sama pundak kamu” bisik Toni seraya mengecup pundakku.
Aku yang sudah terbuai elusannya karuan saja tambah menjadi-jadi dengan kecupannya itu.
“Jangan Ton” namun aku berusaha menolak.
“Kenapa Ver, cuma pundak aja kan” tanpa perduli penolakanku Toni tetap saja mengecup, bahkan semakin naik keleher, disini aku tidak lagi berusaha ‘jaim’.
“Ton.. ahh” desahku tak tertahan lagi.
“Enjoy aja Ver” bisik Toni lagi, sambil mengecup dan menjilat daun telingaku.
“Ohh Ton” aku sudah tidak mampu lagi menahan, semua rasa yang terpendam sejak melihat ‘live show’ dan film, perlahan merayapi lagi tubuhku.
Aku hanya mampu tengadah merasakan kenikmatan mulut Toni di leher dan telingaku. Andri yang sedari tadi asik nonton melihatku seperti itu tidak tinggal diam, ia pun mulai turut melakukan hal yang sama. Pundak, leher dan telinga sebelah kiriku jadi sasaran mulutnya.
Melihat aku sudah pasrah mereka semakin agresif. Tangan Toni semakin naik hingga akhirnya menyentuh kewanitaanku yang masih terbalut CD. Elusan-elusan di kewanitaanku, remasan Andri di payudaraku dan kehangatan mulut mereka dileherku membuat magma birahiku menggelegak sejadi-jadinya.
“Agghh.. Tonn.. Drii.. ohh.. sshh” desahanku bertambah keras.
Andri menyingkap tang-top dan braku bukit kenyal 34b-ku menyembul, langsung dilahapnya dengan rakus. Toni juga beraksi memasukan tangannya kedalam CD meraba-raba kewanitaanku yang sudah basah oleh cairan pelicin. Aku jadi tak terkendali dengan serangan mereka tubuhku bergelinjang keras.
“Emmhh.. aahh.. ohh.. aagghh” desahanku berganti menjadi erangan-erangan.
Mereka melucuti seluruh penutup tubuhku, tubuh polosku dibaringkan dilantai beralas karpet dan mereka pun kembali menjarahnya. Andri melumat bibirku dengan bernafsu lidahnya menerobos kedalam rongga mulutku, lidah kami saling beraut, mengait dan menghisap dengan liarnya. Sementara Toni menjilat-jilat pahaku lama kelamaan semakin naik.. naik.. dan akhirnya sampai di kewanitaanku, lidahnya bergerak-gerak liar di klitorisku, bersamaan dengan itu Andri pun sudah melumat payudaraku, putingku yang kemerah-merahan jadi bulan-bulanan bibir dan lidahnya.
Diperlakukan seperti itu membuatku kehilangan kesadaran, tubuhku bagai terbang diawang- awang, terlena dibawah kenikmatan hisapan-hisapan mereka. Bahkan aku mulai berani punggung Andri kuremas-remas, kujambak rambutnya dan merengek-rengek meminta mereka untuk tidak berhenti melakukannya.
“Aaahh.. Tonn.. Drii.. teruss.. sshh.. enakk sekalii”
“Nikmatin Ver.. nanti bakal lebih lagi” bisik Andri seraya menjilat dalam-dalam telingaku.
Mendengar kata ‘lebih lagi’ aku seperti tersihir, menjadi hiperaktif pinggul kuangkat-angkat, ingin Toni melakukan lebih dari sekedar menjilat, ia memahami, disantapnya kewanitaanku dengan menyedot-nyedot gundukan daging yang semakin basah oleh ludahnya dan cairanku. Tidak berapa lama kemudian aku merasakan kenikmatan itu semakin memuncak, tubuhku menegang, kupeluk Andri
Berlangganan Cerita
Peringatan Admin
kisah ni berlaku sewaktu aku mengikuti perkhemahan pengakap. hendah dipendekkan cerita.. malam itu aku ditugaskan untuk menjaga keselamatan di kawasan khmah bersama rakan ku Hatif.. sedangkan pengakap yang lain.. naik ke kawasn bukit untuk jungle tracking.. aku di beritahu oleh guruku bahawa kumpulan jungle tracking akn pulang besok pagi..
hatif boleh dikatakan hansome la.. badan dia memang tegap.. tapi x heran la.. dia aktif gak dalam sukan.. tepat pukul 11 malam.. hatif menghampiriku… dia hanya ingin meminjam telefon bimbitku… aku tidak syak apa2 dan terus memberi telefon bimbitku kepadanya… aku terus mengawasi kawasn sekitar.. tepat jam 12 malam.. aku mula mengantuk.. aku terus menghampiri khemah hatif untuk mengambil semula telefon bimbitku…
sewaktu aku masuk… hatif masih memgang telefon bimbitku… aku meminta dan memberitahu bahawa aku letih dan ingin kembali ke khemah.. hatif kemudiannya menyuruh aku tidur di khemahnya dengan alasan khemahnya luas. badanku terasa sangat letih… aku membiarkan hatif bermain game pada hanphoneku… aku membaringkan badanku.. kepalaku aku alaskan dengan tuala…
aku tidur dengan nyenyak… dalam tidur.. mukaku mula terasa angin panas berhembus di pipiku.. aku membuka mata perlahan2.. dalam samar2 cahaya lampu… aku terkejut hatif sudah merangkak naik ke atas tubuh ku.. dia hanya memakai boxer coklat… aku menolak bahunya tand a tidak suka diperlakukan sebegitu.. tapi hatif memujukku.. katanya dia sudah lama ingin melakukan seks bersamaku… aku berkeras.. tetapi hatif masih tidak berganjak.. dia memberitahuku bahawa tidak siapa akn tahu tntang perbuatan kami…
hatif mendekatkan bibirnya ke mulutku.. aku menolaknya dengan kuat… aku terasa sesuatu yang keras mula bergesel dengan koteku… hatif bijak memujuk.. dia bangun dari tubuhku kemudian menggosok pahaku lembut… aku mula mengeluh… tapi aku cepat2 menepis.. namun hatif menahan.. dia menarik seluar track ku sehingga menampakkan boxer putih ku.. dia menggigit koteku dari luar… tangannya meramas pahaku,.. aku mula mengalah.. hatif menanggalkan boxer ku tanpa menghiraukan aku… batang pelirku mula mengeras..
hatif terus mengulum pelirku dengan penuh bernafsu.. aku mengerang kesedapan.. tanganku meramas lembut rambut hatif… aku sudah rasa ingin terpancut.. tapi hatif tidak mahu hubungan kami terhenti disitu… dia menggenggam pelirku… dia kemudiannya bangun sambil tersenyum… dia menanggalkan boxernya… aku yang sudah diselimuti nafsu turut menanggalkn bajuku.. kami berdua berbogel… hatif membaringkan tubuhnya disebelahku.. dia meminta ku agar mngulum pelirnya… aku terus bangun .. tanpa menolak aku mula memasukkan zakarny ke dalm mulutku… zakarnya terlalu besar dan memenuhi mulutku… aku memainkan lidahku pada kepal zakarnya.. aku mengulum dengan kuat.. hatif mengerang kesedapan dan memintaku agar tidak berhenti.. aku terus mengulum zakarnya… saat hatif ingin terpancut.. dia suruh aku berhenti.. aku menurut tampa bantah.. hatif menarik ku berbaring disebelahnya… dia mencium mulutku.. lidah nya lembut bermain dengan lidahku.. aku membalas ciumannya.. hatif mula merangkak naik ke ats tubuhku.. aku membiarkan nya dengan rela.. tangan ku mengosok lembut belakang hatif.. badannya begitu kental dan aku mula menyukainya.. hatif melepaskan ciumannya dan mula merangkak turun.. dia menjilat2 putingku.. aku menggeliat geli.. aku meramas kepalanya.. dia mula menggigit putingku.. aku mengerang kesedapan.. aku melayan hatif seolah2 hatif ialah suamiku.. aku sedar aku tidak patut melakukannya.. tapi nafsu telah menguasai diriku.. setelah puas mengulum putingku… dia turun kebahagian pahaku… dia menjilat pelirku dan mengulumnya sekali lagi.. tapi kulumannya sekejap sahaja.. dia mula menjilat buah zakarku.. aku mengerang kegelian…
hatif semakin buas dikelangkang ku… dia minta aku mengangkat kakiku ke atas bahunya.. aku menurut.. hatif menyondol punggung ku.. dia mula menjilat alur punggungku.. aku mendesah kesedapan… hatif mencapai sesuatu dari begnya.. dia menyapu gel pelincir pada lubang juburku.. jarinya mula mdijolok ke daklam punggungku.. aku mula mersa sakit.. tapi aku membiarkan nya.. kemudian hatif merangkak naik ketubuhku.. dia membetulkan zakarnya agar tepat dengan punggungku.. hatif meminta untuk memasukkan zakarnya kedalam punggungku.. aku mengangguk perlahan.. aku mula merasa sesuatu objek keras dilubang juburku.. hatif menekan zakarnya ke punggungku.. aku mengerang kesakitan dan meminat hatif berhenti melakukannya.. atpi hati tidak menghiraukan ku.. dia terus berusaha menjolok juburku.. perlahan -lahan zakarnya memasuki juburku.. sakitnya tidak terkata.. hatif mencium mulut ku agar aku tidak menjerit.. zakar hatif telah berjaya masuk kedalm punggungku.. dia membiarkan sebntar zakarnya disitru.. aku menunggu kapalnya belayar.. tak lama kemudian.. hatif mula menggerakkn zakarnya keluar dan kedalm.. aku mendesah kesakitan.. semakin lama… zakarnya semakin laju.. aku mengerang kesedapan.. aku memmbantu hatif melyarkan kapalnya meradah lautan gelap.. aku melawan arus jolokan hatif.. hatif mengerang dan terus menghenjut.. hampir 30 minit hatif menyetubuhiku.. tapi belum ada tanda dia ingin pancut,, begitu kuat dia bertahn.. aku sudah tidak larat lagi untuk menahan.. aku meramas telur hatif .. dia mengerang.. aku meramas punggungnya dengan manja.. tujahan zakarnya semakin laju dan membuat aku senak.. aku menemut juburku untuk menambah keghairahn kepada hatif.. zakar hatif semakin menegang dan membesar di punggung ku.. aku memeluk hatif untuk menahan sakit.. hatif menciumku dan melajukan henjutannya… dia memeluk erat tubuhku.. selepas itu.. zakar hatif berdenyut2 dan memancutkan air mani nya dalm punggungku… aku bersa cecair panas mula memasuki perutku.. aku tidak tahn dan terus memancutkan air maniku.. air maniku terkena badan hatif dengan banyak… hatif tidak mencabut zakarnya.. dia masih terbaring dia tas tubuhku.. zakarnya mula mengendur.. kami saling berciuman.. hatif mencabut zakarnya..
dia berbaring sebelahku dan bertanya samada aku suka kepadanya atau tidak.. aku diam dan memeluknya… dia terus menciumku.. dan kini hatif selalu kerumahku untuk melakukan hubungan seks bersamaku…
Like or Dislike:
3
0
hubungi 02197010498 khusus para tante or cwe pengen ml dijamin puas,bukan tuk cwo
Like or Dislike:
0
0