Aditya Dan Antonyku – 2
Dari bagian 1
Hampir dua bulan aku mengenal Aditya, bahkan sekarang waktu kunjungannya padaku semakin sering dengan waktu yang mendadak. Aditya adalah anak yang pintar mencari perhatian, setiap kunjungannya ke apartemenku dia membawa makanan untuk santapan kami bersama. Aku sangat menyukainya karena kehadiran Aditya dapat menghilangkan kesepianku. Bahkan hari-hari biasapun Aditya suka berkunjung setelah pulang sekolah dan masih menggenakan pakaian sekolah smu dan akhirnya aku mulai terbiasa dengannya.
“Kak Adit sering berkunjung ke sini nggak ganggu Kakak-kan? Kakak jangan marah sama Adit ya, soalnya Adit nggak tahan kalo dimarahin” ucapan Adit saat tubuhnya dalam dekapanku.
“Hmm gimana ya Dit, Kakak sih jelas sangat terganggu kalau Adit sering datang. Tapi kalau Adit nggak datang Kakak kesepian dan juga bisa kelaparan, ha ha ha..” candaku padanya.
“Ah dasar Kakak rakus.! uang jajan Adit habis mulu buat beliin makanan untuk Kakak, hehehe tapi Adit senang dan Adit juga sayang kakak” jawabannya dengan nada yang sangat menyenangkan.
“Kalo Adit kurang duit atau habis uang jajannya minta aja sama Kakak lagi, eh jangan deh minta sama bu dokter aja dia kan banyak duitnya” balasku lagi sambil menguatkan pelukanku.
“Enak aja! minta mulu diomelin mama tahu! Kak, benarkan Kakak sayang Adit? Kakak nggak akan kecewakan Adit?” pertanyaan Adit cukup menyentuh perasaanku dan membuat aku lebih memperkuat pelukanku padanya.
“Adit mau nggak nginep satu malem aja sama Kakak? temanin Kakak ya” aku ingin lebih dekat bersamanya dan bisa lebih memanjakannya lagi.
“Hmm..! gimana ya izinnya? Jelas Adit pengen banget tidur sama Kakak tapi harus cari akal dulu Kak” jawaban Adit dengan wajah serius.
Sabtu siang sepulang sekolah Adit sudah datang masih dengan mengenakan seragam sekolahnya. Tas sekolahnya dalam kondisi penuh pasti berisi pakaian ganti juga.
“Kakak sip deh!” ujarnya sambil mengacungkan jempolnya Adit tersenyum padaku.
“Okey deh! Anak pintar, nanti malam kita bisa nonton midnight dulu sebelum Kakak kelonin Adit” aku tersenyum padanya.
“Ha ha ha, mau..!” sambil tertawa manja Aditya datang memelukku.
“Kakak, tapi Adit izinnya mau pergi ke Bandung bersama teman, jadi nontonnya jangan sampai ketahuan ntar bisa berabe!”
Aditya selalu senang dipeluk dan merapatkan kepalanya di dadaku. Kedekatanku dengan Aditya semakin hari makin melekat, bahkan aku sulit membedakan hubunganku dengannya sebagai Kakak-beradik atau sebagai seorang kekasih. Tingkahnya yang sangat manja kepadaku dan selalu mengikuti keinginanku sangat memuaskan bagi diriku. Aku menjadi sangat mencintainya.
Pada malam harinya kami sangat menikmati kebersamaan ini. Walaupun sebelumnya kami sudah biasa berpergian bersama, tapi hari ini sangat berbeda, karena aku tidak perlu mengantarnya pulang ke rumah dan Aditya akan tetap bersamaku hingga esok harinya. Aku mengajak Aditya makan di caf
Berlangganan Cerita
Peringatan Admin
kaka,dalam cerita ini saya cukup terkesan,mungkin alangkah baiknya jika ceritanya di teruskan,akan menjadi lebih sangat terkesima untuk membacanya..salam kenal….
Like or Dislike:
0
0