Perselingkuhan 19 Jam – 06
Sesudah kontol itu tertelan kelubang vaginanya, mulailah lelaki itu memompa. Bokongnya digerakkan maju mundur. Setiap kontol itu didorong maju jutaan saraf-saraf vaginanya merasakan kegatalan yang tak terhingga, demikian pula saat ditariknya mundur. Tanpa berfikir panjang lagi dia menggoyang-goyang pantatnya untuk menggaruk rasa gatalnya itu. Dan terdengarlah suara slup, slup, slup dari pemompaan kontol pada kemaluan itu. Dan dari mulut istriku dan lelaki asing itu terus menerus terdengar lenguh, desah dan rintih nikmat yang berkepanjangan.
Kemudian terlihat kedua tangan lelaki itu meraih puting-puting susu, memelintir-pelintir dengan jari-jarinya. Waahh, bukan main, istriku menggelinjang dan langsung menggeliat-geliat. Kepalanya seperti orang kemasukkan setan. Dengan rambutnya yang langsung awut-awutan kepalanya digeleng-gelengkannya dengan cepat ke kanan dan kiri. Kegatalan pada dua titik, lubang vagina dan puting susu, benar-benar membuat istriku sangat histeris. Kemudian lelaki itu menunduk, menggantikan tangannya dengan mulutnya, puting-puting susu itu disedotinya dan digigitannya, sambil tanpa henti kontolnya terus memompa. Makin cepat, makin cepat. Slup. slup, slup. Dan …, ‘aachh..’, terdengar suara istriku merintih keras, ‘…maasszzzz, aa..kkuu… nyampaii, orgasme lagii…’, benar, cairan-cairannya kembali tumpah dalam lubang vaginanya.
Dan lelaki itu tidak menghentikan pompanya. Rupanya dia sendiri dalam keadaan kegilaan nikmat yang nggak akan menghentikan apapun yang terjadi. Gerakan maju mundurnya makin cepat. Nampak seperti lokomotip yang lari kencang dengan hidrolik yang memompa mesin dan membuat rodanya berputar, kontol lelaki itu memompa lebih kencang lagi. Dia tidak memperhatikan istriku yang megap-megap, juga tidak mengacuhkan bibir-bibir vagina istriku yang ber-busa-busa karena cairan birahinya tersedot keluar. Kenikmatan karena sempitnya vagina itu ternyata tidak berkurang oleh membanjirnya cairan-cairan itu.
Dalam keadaan setengah merem dan melek, istriku menyaksikan busa-busa itu. Kembali kesadaran petualangannya hadir. Walaupun sudah terasa ngilu dan pedih-pedih, saat melihat busa-busa yang keluar akibat gesekkan pompa pada kemaluannya, dia tidak berusaha menahan gerakan lelaki tamunya itu. Dia biarkan batangan 22 cm itu meneruskan pompanya. Dan dia tambah pula kecepatan goyangnya. Dia menikmati bagaimana wajah lelaki itu blingsatan kenikmatan, dan bibirnya yang berpeot-peot mengaduh-aduh. Sementara dari tubuhnya bercucuran keringatnya membasahi dada dan perut istriku.
Dan rupanya lelaki itu belum juga ingin menyelesaikan permainannya. Diturunkannya kaki istriku dan ditariknya membujur searah sofa. Kaki sebelah kanannya dia sampirkan ke sandaran sementara kaki kirinya dia biarkan jatuh ke lantai hingga kemaluan istriku lebih terbuka.
Kemudian kembali disodokkan batang 22 cmnya menembusi kemaluan itu. Kali ini lelaki itu sungguh mendapatkan kesenangan. Dengan bokongnya yang terus maju mundur, dia merebahkan tubuhnya ke atas tubuh istriku. Mulutnya langsung menerkami leher istriku, ketiaknya, susunya, puting-puting susunya dengan penuh kegilaan. Slup, slup, slup, slup. Entah untuk yang berapa ratus kali.
Dan akhirnya datang juga. Lelaki itu merasakan spermanya akan muncrat. Sejak awalnya dia ingin menyaksikan lagi spermanya langsung muncrat ke mulut istriku. Dia akan merasa puas melihat istriku gelagapan menerima limpahan berliter-liter spermanya. Dan dengan sigap dia cabut kontolnya dari kemaluan istriku, kemudian bergerak ke samping sofa. Tangan kirinya secara kasar menjambak rambut istriku dan menariknya, sementara tangan kanannya mengasongkan jamur kontolnya yang basah oleh cairan vagina itu ke mulut istriku. Dan walaupun ada rasa pedih disebabkan tarikan pada rambutnya, istriku secara reflek mengangakan mulutnya. Ada perasaan aneh yang tiba-tiba menjalar. Dia merasakan nikmat atas perlakuan kasar lelaki itu.
Perasaan itu sudah mulai hadir sejak kontol gede lelaki tamunya menembusi kemaluannya hingga menimbulkan rasa pedih, kemudian saat kontol itu mulai memompa dengan cukup kasar hingga busa-busa birahinya tersedot keluar meleleh di seputar bibir vaginanya, dan sekarang… rasa pedas di kulit kepalanya karena jambakan kasar tangan lelaki itu. Dia membayangkan dirinya menjadi budak kenikmatan sang lelaki dan sedang dipaksa untuk menerima sperma itu muncrat ke mulutnya. Itulah yang mungkin disebut sebagai kenikmatan ‘multi dimensi’.
Tangan lelaki itu mengocok-ocok batang kontolnya dengan cepat, mulutnya meracau, nafasnya terus memburu, sementara keringat dari dagunya, tubuhnya terus menetesi dada dan perut istriku. Kocokkan itu semakin cepat, pada saat segalanya akan hadir, lelaki itu mendongakkan wajahnya ke-langit-langit. Suara paraunya berteriak ‘Aaccrrhh… aarrcchh …, keluarr …, keluarr, ayoo telannn sayangg, makan nihh kontolkuu, minumm nih pejuhku’, dan … crot, crot, crot…, muncrat-muncratlah ber-liter-liter air maninya.
Dengan teriakkan dan racauan panjang seolah melepas beban, laki-laki itu menumpahkan spermanya. Istriku merasakan ada sekitar tujuh kali semprotan panas mengisi rongga mulutnya. Dia terus menganga hingga semprotan itu reda. Sesudah itu dia merasai cairan itu. Mulutnya mengenyam-ngenyam. Kental dan pekat, ada asin, ada gurih, ada sepat dan ada pula pahitnya. Kemudian dia telan seluruhnya. Tenggorokannya ikut merasakan kehangatan air mani lelaki asing itu.
Dan selanjutnya seperti anjing yang selalu lapar, istriku menjilati pula yang tercecer di paha, jembut dan batang kontol lelaki itu. Batangnya masih diperas-peras pula khawatir masih ada yang tertinggal, dan lidahnya menjilat sisa-sisa sperma yang mengalir dari kepala jamur kontol itu. Lelaki itu tergolek dilantai bersandar sofa, lelah sesudah kerja tanpa henti tadi. Dan sesudah yakin nggak ada lagi sisa yang dijilatnya, istriku mengikuti duduk bersandar sofa disampingnya.
Suasana beku untuk beberapa saat. Hanya nafas-nafas panjang yang terdengar. Sementara di luar rumah mulai terdengar suara-suara lain. Klakson mobil, lonceng pedagang es krim, sesorang memanggil nama temannya dan hiruk pikuk lainnya saat hari berangkat malam …
Pada saat itu, terlintas ingatan istriku pada suaminya. Dia bayangkan di sana suaminya sedang sibuk dengan pekerjaannya. Dasinya, handphonenya, laptopnya dan setumpuk dokumen tak pernah jauh dari dia. Sementara itu, dia, istrinya disini, telanjang terkapar kelelahan di lantai sesudah kemaluannya di entot habis oleh kontol gede panjang tamu asingnya. Ooohh, alangkah ironinya … Kehidupan jagad terus berputar, di setiap sudut dunia lahir peristiwa-peristiwa. Harmoninya justru timbul dari berbagai ironi antara peristiwa yang satu dengan yang lainnya.
‘Maass, rasanya kita perlu mandi-mandi lagi. Aku mau buat madu telor buat kesehatan kita berdua. Mas mandi dulu. Kita akan melewati malam yang woooo
Berlangganan Cerita
Peringatan Admin
for ladies yg lagi horny/ pengen call y 083842378115
Like or Dislike:
0
0
muncrat di memek ku aja mas….
Like or Dislike:
3
0
jadi pengin muncrat,
sapa yg mau isep ?
Like or Dislike:
0
0