Di Kota yang Baru
Di malam yang dingin kusetubuhi Mbak Andini. Dia menggoyangkan tubuhnya, dari gerakannya, aku tahu kalau Mbak Andini sudah mulai terangsang. Kedua puting susunya keras merekah mengundang birahi. Buah dadanya yang bulat utuh bergerak naik turun seiring desah nafasnya yang tertahan. Butiran keringat kecil yang mengalir turun menyusuri buah dada yang kenyal berukuran 34 cup B.
Matanya yang bening tidak berkedip untuk beberapa saat menyaksikan burungku yang bergerak perlahan menegang. Kemudian matanya terpejam dan kepalanya mendongak ke atas, ketika kedua tangannya meremas kedua buah dadanya. Dengan ekspresi gigi atasnya yang rata menggigit bibir bawahnya yang mungil, tangannya berhenti dan sejenak berputar-putar mengusap buah dadanya. Ya.. tangannya juga mungil, sehingga tidak cukup untuk menutup seluruh permukaan buah dadanya yang ikut pula mengeras dalam emansipasi. Mungkin tangan itu sekedar meratakan air keringatnya, sehingga seluruh buah dada yang mengeras itu bersimbah peluh, diterpa temaram lampu hotel, membuat silhoute yang sempurna. Atau keringat itu sebagai respon birahi yang memuncak ketika Mbak Andini sadar bahwa burungku sudah tegak berdiri. Menggoda setiap wanita untuk segera didekap dan dibelai. Dan kubiarkan burung itu menemukan sangkarnya yang paling disukai. Hangat dan bergejolak.
Akhirnya padam sudah lampu yang memang sudah temaram itu, dan tinggal desahan dan simbah peluh yang menemani kami dua malam itu. Oh ya, dua malam itu yang tidak mungkin aku lupa, wanita tercantik yang pernah kulayani. Kasihan Mbak Andini, wanita muda yang dalam usia 31 tahun sudah kesepian. Oh bukan, maksudku bukan kesepian, tetapi Mbak Andini memiliki keinginan yang lebih dari setiap pria yang bersamanya, toh untuk ukuran wanita secantik dia, dengan mudah akan mendapatkan lelaki yang model bagaimanapun termasuk aku, lucky me.
Atau malam ketika keperjakaanku direbut Anggi atau Tante Vian yang membuka mataku bahwa cewek Chinese pun memiliki sensasi yang luar biasa atau pula Mbak Retno, wanita setengah baya, bertubuh gemuk, dengan kemaluan yang mampu menjepit dan menghisap kemaluanku dalam.. dalam sekali hingga aku kesulitan bernafas.
Seolah-olah kereta api ini tidak akan pernah berhenti, sementara orang di sebelahku sudah tertidur pulas. Tujuanku cuma satu, come to my sweet home town. I was born there, I
Berlangganan Cerita
Peringatan Admin
q cowok 32th (hypersex)
cr ttm gadis/janda gak matre
081216261064
083830402856
yg serius aja
Like or Dislike:
0
0