Kenikmatan Dengan Istriku

Pagi tadi ke ketika saya sedang mandi, terdengar pintu kamar mandi di buka. Karena kamar mandi kami berada di dalam kamar kami maka saya tidak pernah mengunci kamar mandi saat mandi. Dari balik ruang shower yang dipartisi dengan kaca terlihat istri masuk dan sepertinya akan gosok gigi.

Tanpa terlalu perdulikan, saya meneruskan mandi dan akan membilas shampo yang ada di kepala dan sabun di badan. Selesai membilas kepala sampai bersih kemudian akan meneruskan membilas badan. Pada saat itu istri ikut masuk ke ruangan shower dengan sudah tidak mengenakan apa-apa lagi. Saya menoleh ke dia sambil meneruskan membilas badan yang masih bersabun dan menanyakan apakah mau mandi sendiri atau tidak. Dia hanya membalas dengan senyuman yang penuh arti dan saya sudah tahu maksudnya. Segera shower saya arahkan ke badan dia dan saya bilas dengan rata, kemudian saya ambil liquid soap ke tangan saya sendiri dan kemudian dia juga mengambilnya. Bagian belakang badannya saya sabuni mulai dari tengkuknya dan terus ke bawah merata sampai kaki.

Sementara itu dia menyabuni bagian depan dia. Saya mulai iseng, kedua tangan saya julurkan ke depan dari arah punggungnya dan segera menggenggam payudaranya, sambil meremas remas payudara jari jari saya juga memain mainkan putingnya. Karena begitu licin dengan sabun yang ada di badannya, rangsangan lebih cepat mengalir ke tubuhnya, putingnya segera mengeras dan tegang. Tangan dia yang sibuk menyabuni badannya pun semakin lama semakin pelan gerakannya dan akhirnya terdiam, sebagai gantinya dia mulai mendesah dan menikmati payudaranya yang sedang diremas remas saya.

Tangan kirinya kemudian bergerak kebelakang dia dan segera menggenggam penis saya yang belum terlalu bereaksi itu dan dengan tangannya yang masih bersabun itu, tangan digerakkannya kedepan belakang perlahan lahan sehingga penis menjadi benar benar kencang dan keras, terasa nikmat sekali goyangan tangan istri saya ini. Sementara itu tangan saya masih tetap berada di kedua payudaranya memainkan putingnya. Ketika itu saya membayangkan cerita dia yang lalu ketika pria lain meraba-raba tubuh dia dari belakang di teras aparteman pria itu.

Saya membayangakan bagaimana anak muda itu meremas dan memainkan payudara istri dari arah belakang, pasti dia begitu menikmati dan bahagia dapat memegang tubuh wanita yang indah ini tanpa imbal balik apa apa, bahkan sampai mendapatkan vaginanya dan dapat selesai di dalam vagina istri saya ini. Pasti dia merasakan sesuatu kenikmatan yang lain yang belum pernah dia rasakan dengan pacarnya atau wanita yang dia kenal selama ini.

Kemudian saya mulai menyirami badannya sampai bersih dari sabun, begitu juga saya. Setelah bersih dari sabun dia berbalik ke saya dan menyiumi saya dengan nafsunya, kemudian dia berlutut di depan saya dan segera mencium ujung penis dan menjilat dengan ujung lidahnya itu, kemudian perlahan lahan memasukkannya ke dalam mulutnya itu sampai habis tertelan. Sebelum mulutnya bergerak lebih lanjut terasa lidahnya bergerak gerak didalam mulutnya menyentuh berbagai sisi penis dan yang terakhir dia menyedot dengan begitu kencangnya memaksa keluar cairan dari ujung penis yang berbelah itu. Saya begitu terangsang hingga menggenggam kuat kepalanya. Setelah itu dia mulai menggerakkan mulutnya, terlihat penis keluar masuk ke dalam mulutnya.

Untuk beberapa saat kami terus menikmati permainan sex ini sampai akhirnya istri tidak tahan lagi membendung hawa nafsunya dan ingin segera penis memasuki vaginanya. Dia kemudian berdiri dan bersandar di dinding shower room dan salah satu kakinya diangkat sedikit dan menginjak salah satu sudut shower room, sehingga memudahkan penis untuk masuk. Saya segera memasukkan penis perlahan lahan dan kemudian di susul dengan gerakan pinggul sehingga penis terlihat keluar masuk ke vaginanya. Dia sekarang sudah tidak mendesah lagi, tapi merintih agak kencang. Kedua lengannya bergantung di leher saya. Selaras dengan gerakan pinggul saya, rintihannya pun semakin kencang, sampai akhirnya saya mencapai klimaks dan mengeluarkan cairan putih kental panas di dalam vaginanya.

Setelah penis berhenti mengeluarkan cairan, istri segera melepas penis saya dari vaginanya dan dia kembali berlutut dan menyirami penis dengan air. Dan segera menjilat lagi ujung penis yang berbelah itu dan menjilati sisa sisa sperma yang masih sedikit keluar dari ujung penis. Hari ini adalah weekend pertama saya setelah pulang dari luar negeri.

Siang tadi sekeluarga kami pergi ke Mall yang ada di sekitar Senayan. Seperti biasanya, setelah sampai di sana anak-anak memisahkan diri ingin jalan-jalan sendiri dan kami sepakat untuk bertemu lagi nanti. Saya dan istri jalan berduaan sambil merangkul pinggangnya. Dia memakai baju dan rok berwarna merah muda dan begitu cantik penampilannya, roknya panjang melebihi lutut dan dengan belahan rok yang agak tinggi.

Setelah capai lihat sana sini akhirnya kami istirahat di salah satu restoran di basement departement store di sana. Mungkin kalau orang lihat kami seperti sedang pacaran saja. Sekitar jam tiga sore kami sudah kembali ke rumah, dan malam ini kami berdua ingin bermalam minggu di luar. Mau pergi ke mana, kami belum menentukannya tapi yang pasti sekitar makan malam, nonton bioskop atau mungkin tempat tempat romantis yang dapat dipakai untuk berkencan.

Malam ini bajunya begitu sexy, berbeda dengan tadi siang. Atasannya memakai baju dari bahan kaos berwarna coklat muda yang begitu fit di badannya, bagian dadanya terbuka cukup lebar sehingga terlihat jelas belahan payudaranya dan karena dia memakai BH yang membuat payudara terdorong ke atas maka bentuk payudaranya terlihat lebih sexy lagi. Bawahannya rok dari bahan kaos juga berwarna orange dan benar benar pas di badannya. Roknya cukup mini sekali sehingga berkali kali saya dapat mengintip ketika dia duduk di berbagai tempat. Di mobil sudah jelas terlihat dalamnya karena jok yang rendah sehingga rok yang sudah mini ini tambah tertarik ke atas. Tapi malam ini dia memakai stocking berwarna gelap, tepatnya berwarna ungu tua dan kalau dilihat dari belakanng terlihat hiasan bergaris lurus mengkilat turun sampai ke kaki, dan di bagian pergelangan kakinya terlihat hiasan yang melingkari pergelangan kaki seakan memakai gelang kaki.

Malam ini akhirnya kami putuskan untuk nonton bioskop acara midnight. Seperti biasanya kami setelah antri membeli karcis pergi makan malam terlebih dahulu. Di restoran terlihat begitu banyak pasangan-pasangan muda, maklum karena malam minggu. Tapi walaupun demikian kami sempat menjadi perhatian orang ketika memasuki restoran itu.

Begitu juga ketika kami makan, sempat saya berbisik ke istri, “Tali garter kamu mungkin kelihatan, anak muda yang di sebelah meja kita melirik lirik..”.

Istriku sedikit melirik ke roknya, dan memang sedikit terlihat menurutnya, karena dia menyilangkan kakinya. Dia hanya berbisik dan katanya biarin saja, sambil tersenyum nakal ke saya dan kemudian dia menoleh ke pemuda itu dengan sedikit agak tersenyum sehingga pemuda itu terus segera memalingkan kepalanya dan pura pura bicara dengan pasangannya. Melihat kejadian ini dalam hati saya tertawa, istri saya usil juga. Dan yang lebih lucu lagi, pasangannya sepertinya tahu dan sedikit agak melotot matanya ke pemuda ini.

Tempat duduk kami di bioskop cukup strategis posisinya, agak di belakang tapi satu kursi di samping kami kosong. Kami sedikit agak bebas tanpa harus merisaukan sebelah kami. Ketika film selesai, diluar bioskop kami melihat pasangan muda tadi yang di restoran, ternyata mereka nonton bioskop juga, dia sempat menoleh juga ke arah kami. Di parkir mobil sudah sepi, hanya mobil-mobil yang nonton bioskop saja. Mobil kami parkir di gedung parkir mobil di tingkat yang agak atas dan sedikit jauh dari gedung utama karena ketika datang parkir begitu penuh. Tapi ketika kami pulang tingkat itu begitu sepi hanya sekitar lima buah mobil saja di tingkat itu.

Terlihat di deretan mobil kami sudah tidak ada mobil lain, begitu juga deretan depannya, lampu sekitar situ juga banyak yang tidak menyala sehingga terkesan semakin gelap. Setelah masuk ke mobil segera mesin saya hidupkan tetapi tidak segera bergerak. Saya lihat istri sedang menghabiskan minuman cola nya yang dari bioskop. Kemudian saya mendekat ke dia dan pipinya saya cium kemudian kupingnya dan terus bergerak ke bagian belakang telinganya. Wangi parfum khasnya dia tercium, dia jarang berganti ganti parfum, sejak saya kenal dia parfum ini dia sudah pakai. Segera dia meletakkan minumannya dan menoleh ke saya dan dia sambut dengan ciuman dia, bibir yang dilapisi oleh warna lipstik merah menyala dan mengkilat dengan lipgloss nya menambah sexy dan kecupannya begitu membuat hati berdebar. Ciuman kami semakin memanas, lidah dan lidah saling berpaut.

Tangan kiri saya segera masuk menyelinap ke punggungnya dan melepaskan kancing BH nya, sementara itu tangan kanannya sudah membuka resleting celana saya dan masuk ke dalam celana dalam. Terasa kepala penis di permainkan oleh ibujari dan telunjuk dia. Sayapun dengan cepat bereaksi, penis menjadi mengencang dan keras, dia lebih jauh lagi sudah melepas kancing celana, sehingga tangannya lebih bebas lagi bergerak.

Kemudian dia melepas ciumannya dan segera menunduk menuju arah celana saya. Segera kursi mobil saya mundurkan sampai yang terbelakang agar kepalanya lebih bebas bergerak. Dia segera menciumi penis saya dan menjilatinya, terutama bagian kepala penis. Tidak lama kemudian dia mulai memasukkan penis ke dalam mulutnya dan memainkan penis dengan lidah dan bibirnya. Penis terlihat keluar masuk mulutnya disertai dengan suara isapan mulutnya. Saya hanya bisa memandang ke luar kaca mobil sambil mengawasi sekitarnya. Terkadang saya harus memeramkan mata dan sedikit berdesah karena begitu nikmatnya permainan mulutnya. Saya biarkan dia terus mengulum penis yang sedikit demi sedikit terasa keluar sedikit cairan dari ujung penis, dan diapun segera menghisap dan menelannya. Sementara itu tangan saya sibuk melepaskan BH nya yang memang sudah terlepas kancing pengikatnya.

Setelah BH terlepas dari bajunya, kemudian saya mulai menekatkan diri dengan berusaha melepaskan celana dalamnya yang berbentuk renda tipis dan hitam. Ternyata tidak begitu sulit, dia segera menaikkan pinggulnya sedikit, sehingga dengan mudah celana dalamnya lepas sudah. Sempat saya melihat celana dalamnya yang sudah basah itu berkemilauan dengan cairan putih bening itu, dia sudah begitu licin. Jari tengah dan telunjuk saya dengan mudah masuk ke dalam vaginanya. Setiap jari bergerak, suara becek pun terdengar nyaring. Telapak tangan saya sudah penuh dengan lendirnya itu. Payudaranya belum saya sentuh sama sekali, tapi terlihat jelas putingnya yang mengeras mengecap di baju kaosnya itu.

Ketika istri asik menikmati penis saya, sempat melintas sepasang pria-wanita di depan mobil kami dan terus berjalan menuju mobilnya tanpa menoleh ke arah mobil kami, mungkin sedang begitu asiknya bermesraan sehingga mereka tidak sadar ada saya di dalam mobil. Saya mulai mengisyaratkan ke istri untuk pindah ke ke tempat duduk saya dan menaiki saya. Kursi saya jatuhkan senderannya sampai bawah, dan dengan segera dia pindah dan duduk di atas saya dan siap siap memasukkan penis ke dalam vagina. Saya sempat berbisik ke dia agar jangan tergesa gesa dan perlahan lahan saja, entah dia mendengarkan omongan saya atau tidak. Begitu penis masuk semuanya ke dalam vagina dia merintih agak kencang dan begitu terasa vaginanya menjepit penis dengan kuat, tapi saya tetap dapat mengendalikan diri. Dia duduk di atas saya dengan membelakangi stir mobil dan menghadap kaca belakang mobil. Terasa mobil sedikit bergoyang. Gerakan pinggul istriku begitu indah dan saya merasakan begitu nikmat.

Dia sudah tidak menahan nahan rintihannya lagi, berkali kali merintih dengan suara agak keras. Kedua tangan saya meremas remas kedua payudaranya yang sudah tidak memakai BH itu dari atas bajunya, membuat dia bertambah penasaran. Ketika kami asyik menikmati sex ini, saya sempat melihat ke kaca spion, ada dua sosok bayangan orang yang memperhatikan mobil kami dari belakang, sepertinya pria dan wanita. Saya yakin mereka melihat kami, terutama istri yang sedang duduk di atas saya karena kaca mobil kami tidak terlalu gelap, bahkan dapat di katakan terang. Tapi saya sudah tidak begitu peduli sejauh mereka bukan satpam atau pengelola parkir. Saya biarkan mereka melihat istriku yang sedang menikmati adegan yang menegangkan ini. Sayapun sadar harus segera menyelesaikan car sex ini, karena gedung parkir ini akan segera tutup dan pengelola akan segera memeriksa.

Saya minta ke istri untuk segera konsentrasi dan menyelesaikannya. Dia masih menanyakan bahwa belum memakai kondom. Tapi saya sudah tidak perduli lagi. Biarlah jok mobil kotor sedikit tapi kami bisa puas. Akhirnya dia mencapai klimaks bersama dengan saya. Ketika menyampai klimaks, dia hampir saja bersender ke stir mobil yang dapat menekan klakson mobil, tapi saya segera menahan pinggangnya.

Setelah selesai, dia segera kembali ke tempat duduknya dan merapikan pakainannya dan saya segera membetulkan celana saya dan segera keluar dari gedung parkir. Pemeriksa karcis tidak begitu curiga ke kami dan kami pun segera meluncur di kemalaman hari. Nafas istri saya masih terputus putus dan memejamkan mata. Saya lihat roknya basah karena cairan dia dan sperma saya. Jok mobil di bagian dia juga basah karena tumpahan balik dari sebagian sperma saya yang masuk ke vaginanya.


E N D

Leave a Reply

:tembak: :teler: :suit: :senter: :rokok: :pingsan: :pening: :nyanyi: :ngupil: :ngamen: :nari: :nangis :muntah: :marah: :mandi: :hmmm: :hi: :hajar: :hai: :haha: :dor: :bye:

Updates: Kabar gembira, kini CeritaPanas mempunyai forum yang bekerjasama dengan JURAGAN.com, mari kita share dan berdiskusi ria di forum Juragan DEWAZA

Ratu Bola

Updates: Kabar gembira, kini CeritaPanas mempunyai forum yang bekerjasama dengan JURAGAN.com, mari kita share dan berdiskusi ria di forum Juragan DEWAZA