Lily Panther 08: Menggapai Matahari – 3

Part 3

Sepandai pandai tupai bersandiwara, akhirnya tercium juga, rupanya Koh Wi mempunyai mata mata di hotel yang melaporkan kepergianku setiap siang, sebagai seorang laki laki yang sudah pengalaman tentu dia bisa mencium ada ketidak beresan. Pada suatu hari dia memberiku hadiah, sebuah Handphone, waktu itu masih barang langka, tak banyak yang punya, aku senang sekali, dalam benakku tentu aku lebih leluasa bisa menghubungi tamu tamuku, tapi aku tak menyadari kalau justru dengan adanya hp aku malah tidak bisa bergerak leluasa, selalu termonitor kemana aku pergi.

Dalam seminggu nomor hp-ku sudah beredar di kalangan GM dan para tamu, hampir tiap pagi tak pernah berhenti berdering, sengaja kumatikan kalau ada Koh Wi, untuk menghindari kecurigaan. Sejauh ini aku merasa berhasil memainkan sandiwara, dan beberapa kali berhasil lolos dari lubang jarum perangkapnya, meski dia curiga tapi tak pernah aku tertangkap basah, dia hanya menyindir tanpa bukti nyata.

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, tak terasa sudah lebih 2 bulan aku hidup bersama Koh Wi, dan hidup berselingkuh darinya. Sepertinya semua berjalan normal tanpa ada hambatan dengan permainan kucing kucingan ini.
Suatu malam kami bertengkar hebat, dia menemukan sekotak pil KB yang selalu rutin kuminum berikut sekotak kondom yang lupa kusembunyikan, dituduhnya aku yang tidak tahu terima kasih, wanita tak tahu diri, dasar PELACUR dan segudang perkataan yang menyakitkan hatiku, bahkan karena kami sama sama emosi dia menyepakkan kakinya ke pahaku, aku menangis mendapat perlakuan kasar semacam ini, belum pernah seumur hidupku disakiti secara fisik seperti ini, meskipun penyiksaan batin telah sering aku terima.

Dia memang menghendaki aku hamil, tapi dari sisiku aku belum siap karena dia tidak bisa memberikan kepastian tentang masa depan hubungan kami, sekali tanpa sepengetahuan dia kugugurkan kandungan yang baru berumur 1-2 bulan (ya Tuhan ampunilah aku) karena aku sendiri tak tahu dari benih siapa ini. Akhirnya malam itu juga kuputuskan untuk pergi dari kamar itu, kukemasi semua barangku, bersiap meninggalkannya. Melihat keseriusanku, dia mulai melunak, dia menghiba minta maaf, berlutut di depanku dan berjanji tak mengulangi lagi, kembali dia mengungkit kebaikan kebaikannya dulu. Emosiku sudah turun, naluri kewanitaanku terusik ketika dia mengingatkan kebaikannya terhadapku, akhirnya akupun melemah, kemarahanku mencair hilang sudah kebencian yang sempat hinggap.

Kubelai kepalanya yang tersandar di pahaku, kubelai dengan penuh kasih sayang, tak tega aku membuatnya bersedih, dan kumaafkan apa yang barusan dia perbuat seperti tidak pernah terjadi. Malam itu kami kembali bercinta dengan begitu bergairah, biasa kalau pasangan habis berantem lalu damai pasti percintaannya lebih menggairahkan. Sebagai kesungguhan permintaan maafnya dia tidak ke kantor besoknya, menemaniku sepanjang hari, dan sepanjang hari pula kami becumbu dan bercinta, lebih bergairah dan lebih liar dari sebelumnya.

Namun kedamaian ini hanya berlangsung seminggu, kali ini memang kesalahanku, aku tertangkap basah di Hotel Tunjungan. Siang itu ada seorang GM meneleponku untuk datang ke Hotel Tunjungan, sebenarnya aku udah nggak mau karena sudah terlalu sore, sudah pukul 3 lewat, tentu nggak enak kalau buru buru, tapi dia berhasil meyakinkanku bahwa ini tidak akan lama karena dia juga diburu flight ke Jakarta, setelah berpikir sejenak meluncurlah Panther-ku ke HT yang jaraknya tak lebih 10 menit dari tempatku.

Sesampai di tempat parkir GM itu telah menungguku dan langsung membawaku ke kamar. Aku tertegun sesaat melihat tamuku, orangnya ganteng dan masih muda, mungkin tidak lebih dari 30 tahun, namanya Herman. Beberapa menit GM itu menemani kami sebelum akhirnya meninggalkanku berdua dengan Herman. Sepeninggal GM, Herman dengan lembut menarikku dalam pelukannya, aroma parfumnya sungguh menggairahkan, kami berciuman, bibir kami saling melumat, kurasakan hangat dan lembut sentuhan bibirnya. Aku hanya memeluk dan menggosok punggungnya, tak berani lebih jauh sebelum dia mulai terlebih dahulu, itulah prinsipku supaya tidak terlalu dianggap norak.

Ciuman kami belum terlepas ketika tangannya mulai diselipkan dibalik kaosku, mengusap punggungku lembut. Seiring dengan ciumannya di leherku, tangannya sudah bergeser ke depan, menggerayangi dadaku, mengusap lembut kedua bukitku, aku menggelinjang mulai mendesah. Herman merebahkanku di ranjang, kembali kami berciuman, masih berpakaian lengkap, bergulingan di atas ranjang. Saling mencumbu, satu persatu pakaianku dilucuti, meninggalkan bra hijau satin yang masih menutupi buah dadaku. Dijilatinya dan diremas kedua buah dadaku tanpa melepas penutupnya, aku mendesah sambil meraih selangkangannya yang mengeras dibalik celana, kuremas remas kejantanannya yang masih terkurung rapat, begitu keras seperti hendak terlepas dari sangkarnya.

Herman telentang, kini giliranku, kubuka kancing kemejanya sambil menciumi dadanya yang bidang berbulu, terlihat begitu macho, desahannya mulai keluar ketika kujilati putingnya, jilatanku turun ke perut bersamaan dengan tanganku membuka celananya. Kejantanannya yang panjang dan keras langsung menyembul saat kulorot celana dalam yang mengekangnya, tidak terlalu besar namun panjang dengan bentuk lengkung ke atas, begitu kerasnya hingga berdiri seperti tugu pahlawan yang tegak menantang ke atas. Sedetik aku terkesiap akan keindahan yang ada di depanku, kupegang dengan lembut, kuremas, kukocok, kubelai, kuusapkan ke wajahku, kuciumi dengan gemas, benar benar gemas bukan dibuat buat. Lidahku menyusuri kejantanan yang indah itu, dari kepala hingga pangkal, menari nari di kepala kejantanannya. Beberapa detik kemudian kejantanannya sudah meluncur keluar masuk mulutku, tak bisa semua masuk ke mulut tapi desahannya makin keras kudengar, buah dadaku diremas remas saat aku mengulumnya.

Leave a Reply

:tembak: :teler: :suit: :senter: :rokok: :pingsan: :pening: :nyanyi: :ngupil: :ngamen: :nari: :nangis :muntah: :marah: :mandi: :hmmm: :hi: :hajar: :hai: :haha: :dor: :bye:

Updates: Kabar gembira, kini CeritaPanas mempunyai forum yang bekerjasama dengan JURAGAN.com, mari kita share dan berdiskusi ria di forum Juragan DEWAZA

Ratu Bola

Updates: Kabar gembira, kini CeritaPanas mempunyai forum yang bekerjasama dengan JURAGAN.com, mari kita share dan berdiskusi ria di forum Juragan DEWAZA